Home » , » Revolusi Arab dan Harapan Masa Depan

Revolusi Arab dan Harapan Masa Depan

Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin,
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya.. selanjutnya.
Setiap Bangsa Pasti Menginginkan Kebebasan: 
Saat ini, berbagai revolusi yang penuh berkah  bergelora terutama di rakyat Arab ;  untuk mengembalikan harga diri yang dirampas, martabat yang diinjak-injak, dan kebebasan  yang dijarah, dari tangan para tiran dengan kekuasaan mereka dengan melakukan pemalsuan dan penipuan, dan memimpin Negara dengan penindasan dan tirani. Saat ini berbagai revolusi telah menjadi catatan sejarah baru bagi bangsa Arab, dan tertulis dalam lembaran yang akan menjadi sejarah bagi seluruh umat secara keseluruhan, melalui apa yang kita lihat dan kita saksikan, dan melalui adanya ketersediaan faktor-faktor keberhasilan dan kemenangan rabbani dari Allah yang Maha Kuasa, Zat yang arsitek dan pembuat kemenangan yang hakiki, untuk melindungi umat dari mengarah pada satu tujuan, dan pada saat yang sama tidak mengalihkan perhatian mereka terhadap musuh yang senantiasa mengintai mereka, dan mereka memberikan pengorbanan yang sangat besar yang berpegang teguh pada keuntungan revolusi dan isu-isu bangsa, dari kemandirian dan tidak memiliki ketergantungan, menjadikan mereka dalam satu kesatuan yang kohesif untuk membebaskan tanah air Islam, terutama Palestina, yang mendukung keamanan Arab dan mewujudkan perlindungan tempat-tempat suci.
Setelah itu Allah menganugerahkan kepada rakyat Mesir dan Tunisia, dan akhirnya Allah memberikan karunia kepada rakyat Libya berupa kemenangan atas penguasa mereka, kebebasan serta memiliki kemauan, oleh karena itu kami menyerukan kepada seluruh bangsa dan pemerintahan Arab dan Islam untuk mendukung gerakan umat yang merindukan kebebasan di Yaman dan Syria, dan kami berharap bahwa pemerintah negara ini memiliki sikap patriotisme dan kemanusiaan yang mendorong mereka untuk mendahulukan kepentingan rakyat dan bangsa daripada kepentingan lainnya, karena rakyat dan bangsa pasti akan tetap eksis sementara mereka pasti akan binasa dan hancur, begitupula mereka harus menyadari bahwa Allah pasti akan meminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya alam dan hak-hak manusia, dan hendaknya mereka memilih apakah mereka termasuk orang yang didoakan oleh Nabi pada kebaikan atau keburukan.. sebagaimana sabda Nabi saw:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ، وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ
“Ya Allah, bagi mereka, yang menjadi pemimpin atas urusan kaum muslimin lalu bersikap lemah lembut, maka berikanlah kelembutan kepadanya dan barangsiapa  memecah belah, maka hancrkanlah” (Muslim)
Kami mengingatkan bahwa rakyat yang keluar untuk menuntut hak-hak alami mereka telah  mencapai tujuan yang karenanya mereka keluar, dan karena darah yang tidak berdosa mengalir oleh adanya tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh rezim yang keji ; sehingga bertambahlah pemicu revolusi, dan menguap tuntutan para pemberontak, sekalipun panjang masa pemerintahannya namun pada wakunya pasti berakhir. Allah berfirman:
وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ
“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim”. (Ibrahim:42)
 Sungguh telah terbuka berbagai revolusi Arab setelah seluruh bangsa mendapatkan kepuasan dan keyakinan terhadap Islam dan Syariah, semenetara Amerika Serikat sedang mengalami kecemasan dan ketakutan, dan seluruh antek-antek Amerika di wilayah tersebut merasa terancam, dan menjadi jelas bahwa salah satu “prestasi” terbesar Amerika di wilayah ini adalah menetralisir dan meminggirkan peran Mesir dan melemahkannya, dan Arab yang mengikuti peristiwa holocaust Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza, melihat adanya koordinasi antara Mesir-Israel, penutupan perbatasan, dan menghancurkan terowongan dan kemudian membangun tembok, menyadari adanya bundel rahasia di Camp David; sehingga mendorong  para analis berkomentar:
الشرق الأوسط الكبير يبدو كأنه يصنع نفسه بآليات جديدة هي الثورات الشعبية
Tengah Timur Raya tampaknya sedang merekayasa diri dengan mekanisme baru yaitu revolusi rakyat. 
Merekayasa harapan masa depat
Pertama – Pembersihan yang berkesinambungan: 
Bahwa kesempurnaan proses pembersihan telah menjadi tuntutan populer bagi rakyat dan kebutuhan kaum revolusioner, bahkan yang saat ini sedang diusahakan untuk dikembalikan pada kehidupan politik yang fana dan sedang mengalami wahm (kebingungan), dan tidak akan kembali kepada apa yang mereka inginkan, sementara itu revolusi yang penuh berkah ini masih tetap memberikan buahnya, dan memberikan bukti ilmiah akan kekuatan rakyat, vitalitasnya dan peradabannya, dan menikmati berbagai unsur kekuatan, kesehatan dan keselamatan, dan senantiasa memberikan perhatian dalam mengejar prioritas dan sisa-sisa kerusakan yang telah mengekang rakyat pada kemajuan selama puluhan tahun, dan melakukan penghancuran identitas Arab yang kokoh untuk kepentingan musuh-musuh hanya untuk meraih manfaat pribadi dan kepentingan individual.
Kedua – Kesatuan Barisan adalah Keniscayaan: 
Kesatuan barisan merupakan suatu keniscayaan dan kebutuhan bagi umat Islam, dan dalam syariat secara tegas disebutkan akan pentingnya persatuan tersebut dan bagaimana Islam meri’ayahnya. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ .  وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Ali Imran:102-103)
Hari ini, kita juga sangat membutuhkan persatuan barisan, karena perpecahan dan perselisihan akan melahirkan kelemahan dan menyia-nyiakan energi, mencerai-beraikan potensi, terutama karena bangsa kita sedang menghadapi berbagai konspirasi para pelaku kejahatan dan tipu daya, karena itu, apakah ingin kita menjadi pelayan mereka dengan perpecahan kita dan mengabaikan persatuan? Maka dari itu adalah merupakan kewajiban pada setiap gerakan revolusi Arab kesadaran akan bahaya perpecahan dan pengkerdilan, menyadari akan pentingnya persatuan, bekerja untuk mengokohkannya dengan sikap dan perbuatan, meskipun berbeda pandangan namun tidak memecah belah hati, meskipun ada banyak cara dan sarana namun namun tidak meragamkan tujuan, dialog secara berkelanjutan tentunya akan mendekatkan yang jauh, dan menjadi jembatan berbagai kesenjangan, dan ini semua merupakan sunnatullah di dalam kehidupan.
Dan para revolusioner di negeri kita hendaknya menjauhkan diri dari berkhianat satu sama lain atau mencoba untuk mengambil faksi dari faksi lain atau mengambil keuntungan darinya,  marilah kita bersatu terhadap keragaman yang ada, dan bekerja sama terhadap hal-hal kita sepakati dan memberikan toleransi satu sama lainnya terhadap perbedaan yang terjadi diantara kita. Padahal yang sepakat diantara kita sangatlah besar bahkan besar sekali sementara perselisihkan sangat sedikit sekali, maka janganlah kita jadikan yang sedikit menutupi yang banyak atau memberikan pengaruh besar atasnya.
Ketiga – Bekerja dan Membangun: 
Bersamaan dengan pembersihan yang berkesibambungan dan persatuan barisan yang kokoh, maka keduanya akan menjadi kekuatan dan alat penekan para revolusioner, dengan syarat bertanggung jawab, tidak mengganggu roda perekonomian, sehingga tidak menghilangkan kesempatan terhadap apa yang mereka usahakan dan merusak tujuan revolusi, dan diantara prioritas kebangkitan saat ini adalah bahwa kita membutuhkan pemilihan umum yang nyata, terbuka, jujur dan adil, yang di dalamnya rakyat memilih  para wakilnya, untuk menemukan para pemantau regulasi atas nama rakyat atas berbagai hal yang terjadi di dalam negeri mereka, dan bertanggungjawab terhadap otoritas resmi dari setiap permintaan dari berbagai kewenangan yang dibebankan kepada mereka, dan jika mereka berkhianat atas amanah yang ditugaskan kepadanya, maka rakyat siap menuntutnya.
Kita juga membutuhkan konstitusi baru sesegera mungkin sesuai dengan keinginan bangsa setelah diadakannya pemilu legislatif yang menghasilkan parlemen yang bebas, untuk memulai tahap konstruksi, rekonstruksi dan perbaikan atas kerusakan yang dihadilkan oleh rezim otoriter selama ini, dan untuk mengembalikan rakyat akan kedaulatannya dan martabatnya yang menjadi haknya.
Menuju masa depan untuk membangun kebangkitan umat 
Selayaknya kita mulai bekerja untuk mewujudkan risalah yang karenanya terjadi revolusi, yaitu risalah kebangkitan untuk negeri ini, mendirikan negera-negara yang merdeka di negeri yang telah banyak menyumbangkan para syuhada dan mengalirkan darah-darah mereka di jalannya, membela orang-orang yang tidak berdosa dan jujur menuju ​kebebasan, usia dan harta mereka untuk mencapai kemerdekaanya; sehingga mewajibkan kita untuk terus bekerja demi stabilitas berbagai urusan negara , mengembalikan roda kegiatan umum dan kegiatan ekonomi untuk terus bergerak dan beroperasi, dan mengharuskan kita untuk menghilangkan berbagai hambatan menjadi penghalang dalam berkontribusi pada proyek yang mulia ini, sebagaimana hal ini juga memerlukan pada setiap orang yang independen, jujur dan ikhlas pada bangsa ini untuk maju melangkah membawa kewajibannya untuk bekerja di dalamnya. Allah berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnay Allah amat berat siksa-Nya”. (Al-Maidah:2)
Harapan akan masa depan berarti membangun generasi masa depan, dalam arti bahwa kelahiran kembali sebuah bangsa dimulai dengan membangun lembaga dan pengelolaan Negara dan Pemerintahannya; baik politik, ekonomi, hukum, ilmu, informasi, sosial, seni, olah raga, militer, polisi dan lain sebagainya ..pembangunannya dengan cara khusus dan pada orang-orang khusus (spesialis) dari rakyat yang penuh amanah dari berbagai lintas agama dan budaya, sesuai dengan perintah Allah:
إنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الأمِينُ
“Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (Al-Qashash:26)
Dan takut akan peringatan dan teguran Nabi saw:
إذا وُسِّدَ الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة
“Jika suatu perkara dipegang oleh orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya”. (Bukhari)
Bahwa pembangunan yang haiki, stabil dan kokoh adalah yang dibangun berdasarkan pada nilai-nilai Islam, yang utama adalah keadilan, kebebasan dan syura, persatuan, kerjasama, afiliasi, ihsan, itqan, dan berpegang teguh pada jati diri. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (An-Nisa:59)
Shalawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta kelurga dan para sahabatnya.
Allahu Akbar dan segala puji hanya milik Allah semata.

Tags: ,

0 komentar to "Revolusi Arab dan Harapan Masa Depan"

Leave a comment

Jazakallah atas komentarnya,moga bisa mempererat ukhwah kita